Herve Poncharal : Rookie Rule sedikit membantu tetapi memiliki konsekuensi yang tidak di inginkan.. bag 4 ( Tamat )

 
Sobat gearbalap... Keengganan pembalap2 muda berbakat untuk bergabung dengan team satellite merupakan problem dasar dan utama yang harus di cari solusinya. Dan boss Tech3 Herve Poncharal melihat bahwa Rookie rule adalah solusi yang baik namun memiliki konsekuensi yang tidak di inginkan..! Seperti apa.. Cekidot sob..
 
Pada dasarnya Rookie rule adalah aturan yang mengharuskan semua pembalap bergabung dulu dengan team satellite selama 1 tahun sebelum masuk ke team pabrikan dengan tujuan team satellite memiliki pembalap bagus yang ujung2nya dapat menarik minat sponsor.. 
Rookie rule pulalah yang menyebabkan Ben Spies bergabung dengan tech3 pada tahun 2010 setelah menjuarai WSBK tahun 2009. Tapi bukan rookie rule  yang menyebabkan Ben Spies pergi dari Yamaha factory team.
Siapa yang akan di ganti oleh spies di tahun 2010..? Sang juara dunia Valentino rossi atau Jorge Lorenzo di posisi ke dua dengan 4 kemenangan dan 8x podium.

Aturan rookie berahir setelah Marc Marques naik kelas dari moto2 ke motogp.! Jelas Marc Marques di proyeksikan langsung ke team factory bukan ke team satellite LCR.. terang Herve! Namun LCR di sponsori Castrol sedangkan Repsol berkeras mendorong marques ke team factory dan itu akan merubah semua tatanan yang ada..! Dan itu adalah kasus yang besar..

LCR memiliki hubungan bertahun2 dengan Castrol sementara Repsol telah mendukung Marc Marques selama karirnya. Dua sponsor yang berbeda, tapi jelas bahwa Marques sangat siap untuk motogp. Situasi semakin rumit ketika marques menuntut seluruh krunya ikut yang artinya Lucio Cecchinello harus memecat semua kru LCR dan mempekerjakannya lagi di ahir musim setelah Marc Marques bergabung dengan team factory Honda.


Situasi Marques jelas unik, dan kasus sulit membuat aturan tampak buruk... Tetapi perlakuan khusus diperlukan team satellite jika ingin terus berkembang di kejuaraan.. Seperti yang terjadi dengan Aprillia team, mereka ingin kembali ke motogp sebagai team pabrikan tetapi tidak mempunyai sumberdaya jika harus memulai dari nol. Jadi mereka mengambil skuad Gresini untuk menangani dari sisi team dan Aprillia menangani motor dan pengembangan teknisnya. Mekanik gresini dan staff masih tetap bertugas seperti biasa dan insinyur Aprillia di bebankan tugas mengembangkan motor..

pada kenyataanya Team satellite adalah korban dari suksesnya kejuaraan. Aturan yang diperkenalkan akibat krisis global tahun 2008 berhasil merubah motogp dan menghasilkan serangkaian musim yang sehat. Tahun ini lima team factory ikut berkompetisi dan satu lagi akan bergabung di tahun 2017 nanti..

Banyaknya team factory memanjakan pembalap muda berbakat dalam memilih.. Dahulu harapan terbaik untuk bergabung dengan team factory adalah melalui team satellite seperti Tech3 atau LCR. sekarang mereka memiliki pilihan lebih baik melaui Suzuki dan KTM meskipun ada resiko bahwa motor yang ada tidak sebaik Yamaha M1 di garasi Monster Tech3.. tetapi dukungan dan kebebasan mengembangakan motor sesuai keinginan membuat pembalap muda melewatkan team satellite dan memilih langsung ke team factory.

Seperti yang Herve Poncharal bilang bahwa sekarang Suzuki, KTM Dan Aprillia adalah team B dan Tech3, LCR, Pramac dan Marc VDS adalah team C.


Dengan cara ini (Rookie rule), Pol Espargaro adalah symbol dari aturan ini.. Di bawa ke Tech3 dengan kontrak 2 tahun sebagai juara moto2 oleh Yamaha Pol Espargaro jelas di persiapkan sebagai pengganti Valentino Rossi ketika pensiun nanti.. dan bertarung lagi dengan musuh lamanya Marc marques.
Tetapi sayangnya semua tidak berjalan seperti yang di rencanakan.. Valentino Rossi tidak pensiun sehingga tidak ada kursi kosong di Yamaha Movistar Team. Begitu juga di Repsol Honda, tidak ada lowongan pembalap karena Dani Pedrosa masih terus membalap dari tahun ke tahun. Terlebih baik Honda atau Yamaha tidak akan melepas pembalap yang berpeluang memberi gelar juara dunia ke mereka..!
Jadi Espargaro stuck di Tech3 dengan motor yang di kembangkan untuk Lorenzo yang tidak sesuai dengan gayanya.. Dia tidak bisa memberi input arah pengembangan dan tidak cukup dukungan untuk bertarung dengan pembalap team factory.. Dia terbuang.. Hasil tidak bagus di 2015 telah merusak imagenya dan dia hanya dapat menyelamatkannya dengan berusaha sebaik mungkin di 2016.

Keputusan Pol Espargaro untuk bergabung dengan Yamaha dan berahir tidak bagus untuk karirnya mungkin tidak terbayangkan sama sekali olehnya... Masuknya KTM ke motogp mungkin telah menyelamatkannya, memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa ia dapat membuat perbedaan.

Kita semua tidak bisa jadi seorang pemenang...

Bagaimana cara menghilangkan permasalahan team satellite..? Sayangnya tidak ada jalan yang mudah! Rookie rule memang membantu sedikit.. tetapi masalah sebenarnya adalah perbedaan tingkat dukungan antara team independent dan team factory.
Meminta penyelenggara untuk mengurangi support ke team factory adalah percuma.. Mereka juga memiliki tekanan untuk berhasil seperti halnya team satellite.. bahkan yang di pertaruhkan 5 -10 kali lebih tinggi daripada team independent.

Dengan 23 motor di lintasan akan ada seseorang yang finish pertama.., kedua.. ketiga.., dan terahir...

Hue hehe ahirnya tamat juga.. btw tidak hanya Tech3, setiap team tentu memiliki kesulitan dan tantangan sendiri2 even team factory.. dan tetap optimis adalah sikap terbaik dalam menyikapi setiap masalah yang ada... betul ga sob...

Ok semoga berguna...
 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Herve Poncharal : Rookie Rule sedikit membantu tetapi memiliki konsekuensi yang tidak di inginkan.. bag 4 ( Tamat )"

Post a Comment